Selasa, 15 Januari 2013

Red October, Virus Pencuri Data Pemerintah

Virus spionase ini ternyata telah beroperasi selama lima tahun.

Gambar ilustrasi

VIVAnews - Perusahaan keamanan online Kaspersky lab berhasil mengidentifikasi sebuah virus yang ditanam untuk tujuan spionase. Virus yang mampu menginfeksi berbagai gadget ini ternyata telah beroperasi selama lima tahun.

Diberitakan CBS News, Selasa 15 Januari 2013, virus yang bernama "Red October" atau disingkat "Rocra" adalah piranti lunak berbahaya (malware) yang mampu mencuri informasi dari target dan secara aktif mengirimkannya ke beberapa server command and control. Server ini merupakan pusat data yang dapat mengatur komputer yang menjalankan malware.

Laporan Kaspersky mengatakan, bentuk Rocra mirip dengan malware Flame yang menyerang jaringan komputer Iran tahun lalu. "Ini adalah kerjaan profesional kampanye spionase siber selama beberapa tahun," kata Kurt Baumgartner, peneliti keamanan senior di Kaspersky Labs.

Malware Red October memiliki beberapa karakteristik unik. Salah satu temuan yang paling mengejutkan, kata Baumgartner, target virus ini ditentukan oleh geopolitik, seperti instansi pemerintah, kedutaan besar, pusat penelitian nuklir dan militer.

Salah satu fungsi unik malware ini yaitu dapat menyalakan mesin yang terinfeksi dengan melekatkan sebuah plug-in ke dalam piranti lunak seperti Adobe Reader atau Microsoft Office. Bahkan jika malware ini coba dihapus, para peretas masih dapat mengakses komputer sasaran.

Malware ini menyerang tidak terbatas pada komputer tradisional. Perangkat mobile seperti Windows Phone, iPhone dan ponsel Nokia, menurut laporan ini, juga beresiko.

Kaspersky telah mengamati 60 domain dan mampu merekam dan mencatat enam yang disebut domian "sinkhole". Perusahaan ini juga mengamati puluhan ribu komunikasi berbahaya yang berasal dari ratusan domain. Perusahaan ini memperkirakan jumlahnya dapat mencapai jika.

Pengirim virus ini diprediksi telah bekerja sejak tahun 2007. Targetnya sebagian besar adalah negara-negara Eropa Timur, beberapa laporan serangan juga terjadi di Amerika Utara, Swiss dan Luksemburg.
Kaspersky mensinyalir virus ini diciptakan oleh peretas China dan modul malware dibuat dalam bahasa Rusia. "Kami tidak mengatakan mereka adalah hacker Rusia, tetapi para pengembang berasal dari negara berbahasa Rusia," kata Baumgartner. (sj)
 
 sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/382369-red-october--virus-pencuri-data-pemerintah

Facebook Mulai Ditinggalkan?

Di Inggris, 600 ribuan pengguna aktif "lenyap". Di Indonesia?

Facebook  

VIVAnews - Pengguna Facebook di beberapa negara dilaporkan menurun. Pada bulan Desember lalu, sekitar 600 ribu pengguna Facebook di Inggris gagal mengakses situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg.

Temuan ini dikeluarkan oleh perusahaan pemantau online, SocialBakers. Sejumlah ahli mensinyalir adanya kebijakan privasi pengguna dan muak terhadap Facebook lantaran terlalu banyak teman di dalamnya, menjadi dua alasan mengapa popularitas Facebook sedikit demi sedikit terkikis. Meski angka tersebut dibantah oleh pihak Facebook.

"Dari waktu ke waktu, kita mendengar tentang Facebook yang terus kehilangan penggunanya di beberapa wilayah," kata juru bicara Facebook, yang dilansir Dailymail, Selasa 15 Januari 2013.

Facebook mengklaim, data tersebut dirancang untuk kepentingan iklan semata, dan tidak menunjukkan jumlah pengguna Facebook sebenarnya secara akurat.

"Beberapa laporan menggunakan data yang diambil dari alat periklanan kami, yang memberikan perkiraan luas pada jangkauan iklan Facebook, tapi tidak dirancang untuk melacak pertumbuhan Facebook secara keseluruhan," jelas Facebook.

Perusahaan yang bermarkas di Menlo Park-California ini justru sedang senang, karena lebih dari 50 persen penggunanya aktif mengakses Facebook setiap hari.

Berdasarkan data SocialBalker, Amerika masih tercatat sebagai pengguna Facebook terbesar di dunia. Per bulan Desember, jumlahnya menjadi 167,4 juta, setelah mengalami penurunan 1,16 juta pengguna.
Pada bulan yang sama, jumlah pengguna Facebook di Indonesia pun turut merosot menjadi 50,5 juta, setelah "lenyap" sekitar 310 ribu pengguna.

Sementara di Meksiko, jumlah pengguna FB menjadi 39,9 juta setelah ditinggal 27 ribu pengguna, sementara jumlah pengguna FB aktif di Inggris tersisa 32,3 juta, setelah menurun 946 ribu pengguna, paling ekstrim di antara yang lain.

Meski begitu, ada beberapa negara pelipur lara, di mana jumlah pengguna Facebook tumbuh stabil. Di Brazil misalnya, jumlah pengguna Facebook sekitar 65,2 juta, bertambah 2 juta pengguna aktif baru. India pun demikian, berkembang menjadi 62,7 juta, pasca jumlah penggunanya bertambah 1,5 juta.

"Saya pikir banyak isu privasi yang membuat orang menunda untuk masuk (ke Facebook)," kata Miles Stuart, dari situs Pocket Lint. "Banyak juga yang muak dengan iklan di dalam laman Facebook mereka." (eh)

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/382409-facebook-mulai-ditinggalkan-

BB10 Segera Beraksi, RIM Geber Jumlah Aplikasi

Kurang lebih 15.000 aplikasi telah masuk ke pusat aplikasi BlackBerry.

BlackBerry

VIVAnews - Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM), unjuk gigi jelang peluncuran platform baru BlackBerry 10 (BB10) pada akhir bulan ini.

Di sela event Port-A-Thon, yang berlangsung selama 36 jam pekan lalu, perusahaan yang berbasis di Kanada itu mempersilakan para pengembang untuk memasukkan aplikasi mereka ke platform BlackBerry 10. Pengembang yang berhasil, mendapatkan uang tunai US$100.

Alhasil, event itu pun langsung menghasilkan banyak aplikasi yang sesuai harapan RIM. Dalam akun Twitter-nya, Mashable melansir, Presiden Relasi Pengembang RIM, Alex Saunders, mengatakan, kurang lebih 15.000 aplikasi telah masuk ke pusat aplikasi BlackBerry.

Seperti diketahui, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi BB10 adalah minimnya aplikasi jika dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi di Android dan iPhone. Dilansir Business Insider, RIM bahkan menawarkan jaminan kepada pengembang senilai US$10.000.

Upaya ini dilakukan RIM untuk mendongkrak respons terhadap BB10. Platform BB10 akan memulai nol pengguna.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengundang pengembang agar lebih tertarik untuk membuat aplikasi di platform yang belum ada penggunanya. Problem ini juga dialami oleh Windows Phone yang masih kesulitan mendapatkan beberapa pengembang. (art)

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/382429-bb10-segera-beraksi--rim-geber-jumlah-aplikasi