Selasa, 15 Januari 2013

Prihatin Swartz, Aktivis Internet Gunakan #pdftribute


Aaron Swartz
Aaron Swartz
 VIVAnews - Keprihatinan atas kematian aktivis Internet, Aaron Swartz, yang memutuskan bunuh diri atas tuduhan hukum yang mengancamnya, terus bermunculan.

Akademisi di Amerika Serikat dan seluruh dunia memberikan penghormatan pada Swartz, melalui tweet-tweet ke jaringan pekerjaan mereka dengan menggunakan tanda tagar khusus, #pdftribute.

Swartz dikenal cukup lama aktif memperjuangkan kebebasan ber-Internet, untuk meningkatkan akses terbuka di situs. Ia memimpin tuduhan terhadap UU Anti Pembajakan atau Stop Online Piracy Act (SOPA).

Swartz juga menghadapi denda jutaan dolar dan hukuman penjara yang lama atas tuduhan mencuri jutaan artikel akademis di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dilansir dari Al Jazeera, banyak profesor dan peneliti memposting link penghormatan kepada Swartz ke karya akademis mereka di Twitter. Seperti tweet dari ahli biologi UC Berkeley, Michael Eisen. Dalam akunnya ia bersuara :

"the real #PDFtribute shouldn't be putting your paywalled papers online, it should be never letting them go behind a paywall again".

Penulis dan analis politik dan media digital, Sarah Kendzior, pun menyampaikan keprihatinannya dalam tweet:

"Academic paywalls are part of a culture of fear. Fear of engaging with the world instead of insulating oneself from it. #pdftribute."

Isu file sharing merupakan penyebab semua debat online. Banyak yang berharap #pdftribute akan menandai era baru akses terbuka untuk karya akademis.

Bahkan, aktivis peretas Anonymous juga memberikan penghormatan dengan cara khas mereka, yakni "mengubah" website MIT untuk memposting penghormatan kepada Swartz dan menyebutkan reformasi hak cipta.

Selain simbol #pdftribute, bentuk keprihatinan lain juga diungkapkan melalui #RIPAaronSwartz. Dalam jaringan ini juga ditampilkan gambar e-mail Swartz yang dikirimkan ke kelompok penentang rancangan UU hak Cipta Amerika Serikat. (eh)

sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/382473-prihatin-swartz--aktivis-internet-gunakan--pdftribute

Akhir Tragis si 'Robin Hood' Dunia Maya

 
Aaron Swartz

Jakarta - Situs Reddit mungkin tak terlalu akrab di telinga pengguna internet Indonesia, namun yang biasa 'berlangganan' suatu situs pastinya mengenal layanan Rich Site Summary atau biasa disingkat RSS. Padahal kedua layanan itu salah satunya yang menciptakan oleh orang yang sama, yakni Aaron Swartz.

Pemuda yang baru memasuki usia 26 tahun tersebut harus mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di apartemennya. Siapa sangka Swartz yang dikenal sebagai aktivis kebebasan internet dan jenius itu harus mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan.

Banyak yang memuji tapi tak sedikit juga yang menilai Swartz penuh kontroversi. Lalu siapa sesungguhnya dan seperti apa sepak terjang si bocah ajaib ini? Berikut sekelumit kisahnya, yang dikutip detikINET dari berbagai sumber, Senin (14/1/2013).

Pemuda kelahiran Chicago, 8 November 1986 ini memang dikenal sebagai programer komputer, penulis dan aktivis internet. Sejak berusia belasan tahun, dia memang sudah dikenal karena karyanya yang bermanfaat bagi banyak orang.

Di usia 14 tahun, dia menjadi salah satu yang membuat RSS, sebuah metode sindikasi konten di situs internet. Salah seorang sahabatnya, Cory Doctorow, mempunyai kenangan tersendiri saat pertama kali bertemu dengannya saat membuat RSS tersebut.



"Dalam banyak hal, ia cepat dewasa. Kepintarannya membuat saya merasa bahwa dia adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat internet," katanya.

Tak lama kemudian dia bekerja sama dengan Lessig dalam sebuah organisasi yang disebut Creative Commons, sebuah lembaga yang memperjuangkan kebebasan informasi tanpa harus terkurung ke dalam hukum hak cipta.

Kemudian pada tahun 2005, dia membangun situs Reddit di bawah perusahaan Infogami. Dengan cepat, Reddit menjadi situs berita populer. Alhasil, pada tahun 2006 dilirik perusahaan Conde Nast untuk kemudian dibeli.



Sekitar tahun 2008, dia mengikuti keyakinannya bahwa informasi harus bebas diakses. Untuk memujudkan idealismenya inilah, dia merilis 20 juta dokumen dari database pengadilan yang disebut PACER. Beruntung Swartz tak sampai diciduk FBI, walaupun pihak berwajib sudah mengincarnya.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2011, Swartz kembali beraksi nekat. Sebanyak 4,8 juta jurnal ilmiah dan dokumen penting ia curi untuk kemudian diumbar di dunia maya agar bisa diakses gratis, memaksanya berurusan dengan pihak MIT -- kampus teknologi ternama di AS.

Dalam dakwaanya, dia terancam hukuman 35 tahun penjara dan denda hingga USD 1 juta. Selain itu, Swartz diduga mendapatkan tekanan dari pihak MIT dan Jaksa Federal.

Hal ini yang dipercaya oleh keluarga dan sang pacar yang membuat si 'Robin Hood' dunia internet ini harus memakai jalan pintas mengakhiri hidupnya.

 

sumber : http://inet.detik.com/read/2013/01/14/114230/2141266/398/akhir-tragis-si-robin-hood-dunia-maya?

Ketika Mantan Bos Microsoft Kepincut Gadget Apple

 


Washington - Belum lama ini, mantan bos Windows di Microsoft Steven Sinofsky ketahuan memakai iPhone 5. Ini terdeteksi saat dirinya ngetweet tentang acara CES 2013.

Kepada para follower yang menanyakan hal tersebut, Sinofsky secara singkat mengatakan dirinya hanya mencoba mengevaluasi kompetisi. Namun setelah itu, banyak yang mengikuti jejak Sinofsky dan terang-terangan memperlihatkannya.

Dilansir Softpedia dan dikutip detikINET, Selasa (15/1/2013), kian banyak mantan karyawan Microsoft yang kini diketahui menggunakan produk buatan rivalnya. Sebagian besar menyatakan hal serupa, yakni hanya ingin tahu seperti apa gadget yang ditawarkan kompetitor.

Sejumlah mantan karyawan Microsoft merespons laporan ini, menyebutkan bahwa menggunakan produk buatan perusahaan lain bukanlah sesuatu yang baru. Sinofsky sendiri adalah yang pertama mengatakan bahwa dia benar-benar memiliki setiap seri iPhone.

"Saya memiliki setiap iPhone yang dirilis, juga iPad, Galaxy dan Kindle. Jauh lebih baik untuk menjajalnya setiap hari, jadi saya memakainya. Biasanya satu bulan atau lebih," ujarnya.

"Sebelumnya saya pakai Lumia 920 dan di kantor saya menghabiskan waktu menggunakan SmartSuite atau Google Docs untuk alasan yang sama," tambahnya.

Mantan bos Windows Phone Charlie Kindel juga merespons dengan menyebutkan saat ini dirinya menggunakan HTC 8X berbasis Windows Phone 8. Sebelumnya, dia tak hanya menggunakan iPhone, tetapi juga handset Android. Untuk pekerjaan, dia memakai Macbook Air.

Menariknya, sudah bukan rahasia lagi kalau Microsoft dan Apple terlibat perseteruan yang sengit di pasar. Pengaruh itu bahkan merambah sampai ke tingkat karyawannya. Raksasa software ini 'mengharamkan' karyawannya membeli produk Apple.

Karyawan Microsoft diwajibkan menggunakan produk Microsoft secara eksklusif. Semua ini difasilitasi dan diberikan cuma-cuma untuk kepentingan pekerjaan mereka.

sumber : http://inet.detik.com/read/2013/01/15/124333/2142495/398/ketika-mantan-bos-microsoft-kepincut-gadget-apple?i991103105